KIDUNG MALAM
syahdu malam
berhias bintanggemintang
sayup mengalun kidung sang dewi malam
berirama gamelan jengkerik malam
bersenandung melody cinta
langit ibarat lukisan terindah
dihiasi beribu warna
bumipun bertukar wajah
dengan pandangan yang lebih sentosa
sejuk menentramkan jiwa
kutatap bintang
tersebar rapi dengan segala kilauan sinar indahnya
laut tenang tanpa riak gelombang
saat itu kulihat dan kukagumi
terasa semua serba suci
dalam keheningan malam
menggambarkan ketenangan yang HAQIQI
ketika aku harus memilih
antara cerita dua kehidupan
yang akan mengalir
dalam setiap detik dan waktu
dan ketika aku harus memilih
antara dua hati
bagai aku dihadapkan dua dilema
aku pilih baca syair atau baca puisi
apa harus dua duanya aku jalani
syair insipirasi jiwaku
puisi torehan kalbuku
disetiap goresan tanganku
aku harus yakin dan katakan
pada diriku sendiri
harus yakin akan pilihanku nanti
tangan kekar nan lembut itu
menyentuh pundakku
pelan penuh kasih
'ada apa nduk kok bersedih?"
aku menghambur dalam dekapan kasih sayang beliau
ingin tumpahkan segala gundah gulana
ingin kuadukan segala keluh kesah dijiwa ini
biar sedikit ringan beban bhatinku
dibelainya rambutku yang panjang penuh kasih sayang
betapa indah kurasakan kasih sayang tulus seorang ayah
"kenapa kau tak pulang saja anakku?"
pertanyaan itu menyentakku
aku terhenyak
terjaga dari tidurku
aaaccch ternyata aku hanya mimpi
aku ketemu ayahku lagi
disaat aku lagi sedang tidak bahagia
beliau selalu hadir
meneduhkan jiwaku
keterikatan bhatin ini sungguh ada
walo beliau sudah pergi begitu lama
ayah andai kau masih disini
betapa aku bisa adukan segala keluh kesahku untukmu
mungkin tak akan kurasakan lagi hidup seperti ini
kini tinggal kenangan yang terpatri indah
akan namamu ayah
hanya sebait doa ditiap sujud malamku untukmu
semoga kau tenang berada disana
aku berjanji hanya untukmu ayah
aku tak akan mengecewakan harapan harapanmu
aku akan berusaha selalu berbhakti
walo dengan cara yang berbeda
hanya doa yang anakmu ini mampu lakukan
untukmu ayahku
anakmu ini selalu merindukanmu
ANDAI
andai aku dapat memelukmu kembali
tak akan pernah aku lepaskan dekapanku darimu
bila aku dapat menggenggam tanganmu kembali
tak akan kubiarkan kau pergi lagi dariku
jika ku tahu kamu kan sejauh ini dariku
aku akan mengikuti kemanapun kau pergi
biar aku dapat terus menatap wajahmu
melihat senyummu
tertawa bahagia bersamamu
lagi..............dan lagi.......................
namun....................itu
hanya andai................
hanya bila..................
dan hanya sebatas anganku...................
BILA
bila kau harus pergi jauh
dan mungkin tak akan kembali
aku harus mengerti dengan semua apa yang terjadi
pastikan satu langkahmu
agar tetap berarti
sehangat pelukanmu
disaat waktu dingin tiba
saat kau lambaikan tanganmu
kutatap wajahmu
dan kubisikkan satu kata
inilah waktu yang tepat untuk kita berpisah sayangku
KAMU PASTI TAHU
kamu pastinya tahu
malam itu gelap
mungkin kau akan takut keluar
kamu juga pasti tahu
jatuh itu sakit
hingga mungkin kau akan berhati hati
tapi.................
kamu juga harus sadar
siang yang terang
mengintip menanti akan menggusur gelap itu
kamu juga harus megerti
sakit itu akan mengajarkanku
dan akan mengantarkanku ke lembah
kesuksesan dan kebahagian yg selama ini aku nantikan
SENDIRI
diam berdiri mematung disini
nanar jauh tak berujung
pasrah ...................
menghalau perih
kuhadang tebaran cahaya indah
aku sanggup lantunkan kidung sang dewi
tarianku bagai kibasan amarah selendang dewi cinta
lenggok tarianku mendayu bergemuruh
bagai amukan ombak yang siap porak porandakan
tak terasa waktu bergulir
kecapekan yang terasakan
ternyata aku masih berdiri disini
tetap satu hati
menapaki indahnya warna warni pelangi
dengan tarian jiwaku
RAHSIA HATI
senja turun temaram
bias sinarnya jatuh melukis warna pelangi diatas air
malam merambat datang
desau angin berselubung kabut tipis
sebagaimana rasa hati yang tersapu sepi
terlena dalam pelukan gelisah dingin
rembulanpun enggan beranjak dari peraduannya
hanya tersenyum tipis dalam bening
pantul cermin jendela kamarku
nyanyian ombak setia menjilat tepi
bersama buih harapan
merengkuh bibir sang karang
yang angkuh dan telah sekian lama menyimpan rahasia hati
pasrah dalam doa
dan biarkan takdir yang menuntun mimpi mimpi
yang selama ini terbangun kokoh dalam palung jiwa
RUANG WAKTU
tiada tersisa satu sudut ruangpun
untuk dapat kutempati
aku seakan sudah kebal kena hantaman kehidupan
telah kenyang rasanya garam penderitaan
aku tak akan mengiba
meminta belas kasihmu lagi
agar kau tempatkan aku dihatimu seperti dulu
hati itu telah terenggut orang lain
ini takdirku
akan kutanggung
tanpa ada lagi cinta kasihmu
tekadku..................
hidup ini masih panjang
kucoba titi sendiri
dengan kaki rapuhku
karena kini sungguh kupercaya
lahir,jodoh,maut dan takdir
adalah hak prerogatif SANG PENCIPTA
itu yang kucoba yakini
dan tak bisa aku tentang
dan aku gusur dengan segala kekuatan apapun
DIBALIK TIRAI SUNYI
hati ini sunyi tanpa nafas cintamu
hidup ini sepi tanpa senyuman darimu
diri ini senyap tanpa jiwa kasihmu
ruang hatiku gelap tanpa arah untuk melangkah
cinta
mengapa semua harus terjadi
mengapa disaat terang dunia kalbuku kau berlalu
kau tinggalakan sepenggal dusta dalam rasa
cinta
aku hanya mampu memeluk rasa
memeluk mimpi senja yang kelabu
meniti harapan fajar semburat pagi
cinta
kau buat aku tak yakin untuk melangkah
kau beri aku segenggam luka
mengapa cahaya pelangi menjadi api
selamat jalan cinta
selamat berbahagia diatas lukaku
biarkan kata merangkai hati yang luka berdarah dibalik tirai................
No comments:
Post a Comment